Lewati ke konten utama

Transfer File Antara Google Cloud Storage dan AWS S3 Tanpa CLI Menggunakan RcloneView

· 8 menit membaca
Tayson
Senior Engineer

Mengelola data di antara Google Cloud Storage dan AWS S3 biasanya berarti harus menggunakan gsutil, aws cli, dan skrip khusus secara bersamaan. RcloneView memungkinkan Anda melakukan semua itu dari antarmuka visual — jelajahi, bandingkan, sinkronkan, dan jadwalkan transfer antara GCS dan S3 hanya dalam hitungan menit.

Multi-cloud adalah kenyataan bagi sebagian besar tim engineering. Data pelatihan ML Anda berada di bucket GCS, aset produksi Anda ada di S3, dan seseorang perlu menjaga keduanya tetap tersinkronisasi. Pendekatan tradisional — menulis skrip shell dengan gsutil dan aws cli — memang berhasil, tetapi rapuh, sulit dipantau, dan mustahil dikelola oleh orang yang bukan engineer.

RcloneView terhubung secara native ke GCS maupun S3, memberikan Anda GUI terpadu untuk menjelajah, mentransfer, membandingkan, dan mengotomatiskan perpindahan data antara dua platform cloud terbesar.

Pratinjau aplikasi RcloneView

Kelola & Sinkronkan Semua Cloud di Satu Tempat

RcloneView adalah GUI lintas platform untuk rclone. Bandingkan folder, transfer atau sinkronkan file, dan otomatiskan alur kerja multi-cloud dengan antarmuka visual yang bersih.

  • Pekerjaan sekali klik: Salin · Sinkronkan · Bandingkan
  • Penjadwal & riwayat untuk otomatisasi yang andal
  • Bekerja dengan Google Drive, OneDrive, Dropbox, S3, WebDAV, SFTP, dan lainnya
WindowsmacOSLinux
Mulai Gratis →

Fitur inti gratis. Otomatisasi Plus tersedia.

Mengapa Memindahkan Data Antara GCS dan S3?

Tim mentransfer data antara Google Cloud Storage dan AWS S3 karena beberapa alasan umum:

Redundansi multi-cloud — Menyimpan data penting di dua penyedia besar melindungi dari gangguan tingkat penyedia (outage) dan ketergantungan pada satu vendor (vendor lock-in). Jika satu cloud mengalami gangguan, data Anda tetap dapat diakses dari cloud lainnya.

Optimasi biaya — GCS dan S3 memiliki harga yang berbeda untuk penyimpanan, egress, dan operasi. Memindahkan data dingin (cold data) ke penyedia mana pun yang lebih murah sesuai pola penggunaan Anda dapat menghemat biaya secara signifikan.

Alur kerja lintas platform — Tim data science Anda menggunakan GCP (BigQuery, Vertex AI), tetapi infrastruktur produksi Anda berjalan di AWS. Data perlu mengalir di antara keduanya.

Migrasi — Berpindah dari GCP ke AWS (atau sebaliknya) tanpa downtime memerlukan transfer yang andal dan dapat dilanjutkan (resumable).

Kepatuhan dan residensi data — Beberapa regulasi mengharuskan salinan data berada di wilayah atau penyedia tertentu.

Menyiapkan Remote GCS dan S3

Menambahkan Google Cloud Storage

  1. Buka RcloneView dan klik Add Remote.
  2. Pilih Google Cloud Storage dari daftar penyedia.
  3. Pilih metode autentikasi Anda:
    • Service Account JSON — Direkomendasikan untuk transfer server-ke-server. Unggah file kunci service account Anda.
    • OAuth (login melalui browser) — Cocok untuk akun GCP pribadi. Ikuti panduan login OAuth.
  4. Atur project ID dan lokasi bucket default Anda jika diminta.
  5. Simpan remote — bucket GCS Anda kini dapat dijelajahi.

Menambahkan AWS S3

  1. Klik Add Remote lagi.
  2. Pilih Amazon S3 dari daftar penyedia.
  3. Masukkan Access Key ID dan Secret Access Key Anda.
  4. Pilih region dan endpoint Anda.
  5. Simpan — bucket S3 Anda akan muncul di Explorer.

Untuk pengaturan S3 secara lebih rinci, lihat panduan koneksi AWS S3.

Add GCS and S3 remotes in RcloneView

Menjelajahi GCS dan S3 Berdampingan

Setelah kedua remote terhubung, buka keduanya di Explorer dua-panel RcloneView. Bucket GCS di sebelah kiri, bucket S3 di sebelah kanan (atau sebaliknya). Anda dapat:

  • Menavigasi melalui bucket dan folder di kedua sisi secara bersamaan.
  • Melihat ukuran file, tanggal, dan jumlah untuk memahami apa yang ada di mana.
  • Menyeret dan melepaskan (drag and drop) file langsung dari GCS ke S3 — atau menggunakan perintah copy/move bawaan.

Tampilan berdampingan ini memberi Anda visibilitas instan ke kedua cloud tanpa perlu berpindah antara GCP Console dan AWS Console.

Browse GCS and S3 side by side in RcloneView

Skenario Transfer

Skenario 1: Migrasi Satu Kali (GCS → S3)

Memindahkan semua data dari GCS ke S3 untuk migrasi platform:

  1. Buat job Copy:
    • Sumber: remote GCS → pilih bucket Anda
    • Tujuan: remote S3 → pilih bucket target
  2. Konfigurasi untuk kecepatan maksimal:
    • Transfer paralel: 8–16 (baik GCS maupun S3 menangani paralelisme tinggi dengan baik)
    • Ukuran chunk: 64MB–128MB untuk file besar
    • Aktifkan flag --fast-list untuk mempercepat pembuatan daftar direktori
  3. Jalankan job dan pantau progresnya secara real time.

Untuk migrasi berskala besar, jalankan job Copy beberapa kali. Setelah salinan penuh pertama, proses berikutnya hanya mentransfer file baru atau yang berubah — sehingga aman untuk dilanjutkan jika terganggu.

Skenario 2: Sinkronisasi Berkelanjutan (Dua Arah)

Menjaga bucket GCS dan bucket S3 tetap tersinkronisasi secara terus-menerus:

  1. Buat job Sync (GCS → S3) untuk arah utama.
  2. Jadwalkan untuk berjalan setiap jam atau setiap hari menggunakan Job Scheduling.
  3. Tambahkan job Sync terbalik (S3 → GCS) jika Anda memerlukan sinkronisasi dua arah.
  4. Gunakan Batch Jobs (v1.3) untuk menjalankan kedua arah secara berurutan.

Skenario 3: Pencadangan Selektif Lintas Cloud

Mencadangkan hanya data tertentu ke cloud lainnya:

  1. Gunakan Filter Rules untuk menyertakan/mengecualikan jenis file atau folder tertentu.
    • Contoh: Sinkronkan hanya file *.parquet dan *.csv (dataset ML)
    • Contoh: Kecualikan direktori tmp/ dan logs/
  2. Buat job Copy terjadwal dengan filter tersebut diterapkan.

Membandingkan Isi GCS dan S3

Sebelum dan sesudah transfer, gunakan Folder Comparison untuk memverifikasi bahwa kedua bucket berisi data yang sama:

  • File hanya di GCS — Disorot agar mudah diidentifikasi.
  • File hanya di S3 — Menunjukkan apa yang ada di tujuan tetapi tidak ada di sumber.
  • File berbeda — File dengan nama sama tetapi ukuran atau checksum berbeda.
  • File identik — Kecocokan yang terkonfirmasi di kedua cloud.

Fitur ini sangat berharga untuk verifikasi migrasi: setelah menyalin data berukuran terabyte, Anda dapat membuktikan bahwa setiap file sampai dengan utuh.

Compare GCS and S3 bucket contents

Mengoptimalkan Kecepatan Transfer

GCS dan S3 sama-sama merupakan object store berkinerja tinggi, sehingga Anda dapat mendorong transfer secara maksimal:

PengaturanNilai yang DirekomendasikanAlasan
Transfer paralel8–16Kedua penyedia menangani permintaan konkuren dengan baik
Ukuran chunk64MB–128MBMengurangi overhead API untuk file besar
Checkers16–32Mempercepat fase perbandingan untuk direktori besar
Ukuran buffer128MBMeredam latensi jaringan antar region cloud
Fast-listDiaktifkanSecara signifikan mengurangi panggilan API untuk pembuatan daftar direktori

Pertimbangan lintas region

Jika bucket GCS Anda berada di us-central1 dan bucket S3 Anda berada di eu-west-1, data harus melintasi internet antar region. Untuk performa terbaik:

  • Jaga agar sumber dan tujuan berada di area geografis yang sama jika memungkinkan.
  • Jalankan transfer di luar jam sibuk untuk menghindari kepadatan jaringan.
  • Pantau biaya egress — baik GCS maupun S3 mengenakan biaya untuk data yang keluar dari jaringan mereka.
Monitor GCS to S3 transfer speed

Mengotomatiskan Alur Kerja GCS ↔ S3

Pipeline data harian

Siapkan job terjadwal yang berjalan setiap malam:

  1. Sinkronkan data pelatihan ML baru dari GCS → S3 untuk job pelatihan berbasis AWS.
  2. Salin hasilnya kembali dari S3 → GCS untuk analisis BigQuery.
  3. Dapatkan notifikasi melalui Slack saat pipeline selesai.
Schedule GCS to S3 data sync

Replikasi disaster recovery

Menjaga salinan langsung dari data S3 penting di GCS (atau sebaliknya):

  1. Buat job Sync dari bucket utama Anda ke bucket DR.
  2. Jadwalkan setiap jam untuk RPO (Recovery Point Objective) di bawah 1 jam.
  3. Gunakan verifikasi checksum untuk memastikan integritas data.

Tiering berbasis biaya

Pindahkan data ke penyedia mana pun yang lebih murah untuk pola aksesnya:

  1. Data yang sering diakses → Simpan di penyedia yang paling dekat dengan komputasi Anda.
  2. Data dingin/arsip → Pindahkan ke GCS Nearline/Coldline atau S3 Glacier sesuai harga.
  3. Jadwalkan job tiering berkala untuk menjaga biaya tetap optimal.

GCS vs S3: Menggunakan RcloneView sebagai Lapisan Terpadu

Alih-alih mempelajari dua CLI yang berbeda (gsutil untuk GCS, aws s3 untuk S3), RcloneView memberi Anda satu antarmuka untuk keduanya. Ini berarti:

  • Satu alat untuk dipelajari — Tim Anda tidak perlu menguasai dua antarmuka command-line yang berbeda.
  • Operasi visual — Drag-and-drop, menu klik-kanan, dan konfigurasi berbasis dialog, bukan flag dan argumen.
  • Pemantauan yang konsistenJob History dan Transfer Monitoring yang sama, terlepas dari cloud mana yang terlibat.
  • Job yang portabel — Job yang mensinkronkan GCS ke S3 bekerja persis sama seperti job yang mensinkronkan OneDrive ke Dropbox.
Unified job history for GCS and S3 transfers

Memulai

  1. Unduh RcloneView dari rcloneview.com (Windows, macOS, Linux).
  2. Tambahkan remote GCS Anda dengan kunci service account atau login OAuth.
  3. Tambahkan remote S3 Anda dengan kredensial access key.
  4. Jelajahi keduanya berdampingan di Explorer.
  5. Buat job Copy atau Sync sesuai kebutuhan Anda.
  6. Jadwalkan dan pantau untuk pengelolaan data multi-cloud tanpa perlu campur tangan manual.

Hentikan kerepotan menggunakan gsutil dan aws cli secara bersamaan. RcloneView menyatukan pengelolaan GCS dan S3 ke dalam satu alur kerja visual — membuat transfer data multi-cloud dapat diakses oleh seluruh tim Anda, bukan hanya engineer yang memahami CLI.


Panduan Terkait:

Penyedia Cloud yang Didukung

Local Files
WebDAV
FTP
SFTP
HTTP
SMB / CIFS
Google Drive
Google Photos
Google Cloud Storage
OneDrive
Dropbox
Box
MS Azure Blob
MS File Storage
S3 Compatible
Amazon S3
pCloud
Wasabi
Mega
Backblaze B2
Cloudflare R2
Alibaba OSS
Ceph
Swift (OpenStack)
IBM Cloud Object Storage
Oracle Cloud Object Storage
IDrive e2
MinIO
Storj
DigitalOcean Spaces