Backblaze B2 vs Dropbox — Pilih yang Tepat (dan Pindahkan Data dengan Mulus Lewat RcloneView)
Bandingkan object storage yang tangguh dengan drive yang mengutamakan kolaborasi—dan pelajari cara memindahkan file di antara keduanya dengan alur kerja klik-dan-pilih yang rapi.
Mengapa membandingkan Backblaze B2 dan Dropbox?
Penyimpanan cloud tidak bisa disamaratakan untuk semua kebutuhan. Backblaze B2 unggul sebagai object storage yang terjangkau dan kompatibel dengan S3 untuk pencadangan dan arsip, sementara Dropbox unggul dalam sinkronisasi gaya desktop, berbagi file, dan kolaborasi. Banyak tim menggabungkan keduanya: B2 untuk penyimpanan yang tahan lama dan berbiaya rendah, serta Dropbox untuk pekerjaan sehari-hari dan berbagi ke pihak luar. RcloneView menyatukan kedua dunia ini sehingga Anda dapat melihat pratinjau, menyalin, dan menyinkronkan data di antara keduanya tanpa harus menyentuh CLI.
Memahami Backblaze B2 (sekilas)
- Object storage dengan bucket, kebijakan siklus hidup (lifecycle policies), dan API yang kompatibel dengan S3. Backblaze
- Objek berukuran besar didukung melalui multipart (“Large Files”)—hingga 10 TB per file menggunakan alur large file. Backblaze
- Egress yang murah hati: transfer keluar data gratis hingga 3× rata-rata penyimpanan bulanan Anda, setelah itu tarif per-GB yang rendah berlaku. Backblaze
Memahami Dropbox (sekilas)
- Berfokus pada sinkronisasi & berbagi; integrasi desktop yang erat dan ekosistem aplikasi yang luas.
- Panduan ukuran unggahan per file: hingga 350–375 GB di web (bervariasi tergantung halaman), dan hingga 2 TB melalui aplikasi desktop. Dropbox Help Center
Ringkasan berdampingan
| Area | Backblaze B2 | Dropbox |
|---|---|---|
| Model penyimpanan | Object storage (bucket & key) | Sinkronisasi & berbagi file dengan aplikasi desktop |
| API & tooling | Native + API kompatibel S3 | Dropbox API + klien desktop/web |
| Penggunaan umum | Pencadangan, arsip, data lake, aset statis | Folder tim, kolaborasi, berbagi cepat |
| Referensi per file | Hingga 10 TB via alur large file | Web ~350–375 GB; Desktop hingga 2 TB |
| Biaya & egress | Biaya penyimpanan rendah, egress gratis hingga 3× data yang disimpan | Paket berbasis langganan; fitur kolaborasi |
Sumber: dokumentasi Backblaze (B2 large files, API kompatibel S3, kebijakan egress) dan Dropbox Help Center (panduan ukuran unggahan). Backblaze
Kapan sebaiknya memindahkan data antara Backblaze B2 dan Dropbox
- Arsipkan folder kerja dari Dropbox ke B2 untuk memangkas biaya sambil tetap menjaga riwayat yang bisa dipulihkan.
- Publikasikan atau distribusikan aset dalam skala besar dari B2 (ramah CDN) sambil berkolaborasi pada draf di Dropbox. Backblaze
- Fleksibilitas vendor: simpan pekerjaan aktif di tempat orang berkolaborasi (Dropbox) dan salinan jangka panjang di B2.
Kabar baik: rclone mendukung baik Backblaze B2 maupun Dropbox, dan RcloneView menghadirkan kekuatan itu dalam GUI yang ramah pengguna—tanpa perlu terminal.

Kelola & Sinkronkan Semua Cloud di Satu Tempat
RcloneView adalah GUI lintas platform untuk rclone. Bandingkan folder, transfer atau sinkronkan file, dan otomatiskan alur kerja multi-cloud dengan antarmuka visual yang bersih.
- Pekerjaan sekali klik: Salin · Sinkronkan · Bandingkan
- Penjadwal & riwayat untuk otomatisasi yang andal
- Bekerja dengan Google Drive, OneDrive, Dropbox, S3, WebDAV, SFTP, dan lainnya
Fitur inti gratis. Otomatisasi Plus tersedia.
Menyiapkan koneksi di RcloneView
RcloneView membungkus rclone config dalam alur klik-per-klik yang terpandu.
- Buka RcloneView dan klik
+ New Remote - Tambahkan Backblaze B2
- Pilih Backblaze B2 (atau S3-compatible jika menggunakan endpoint S3 milik B2)
- Masukkan Key ID / Application Key dan bucket/region Anda, beri nama (misalnya,
MyB2)
- Tambahkan Dropbox
- Pilih Dropbox, masuk melalui OAuth, beri nama (misalnya,
MyDropbox)
- Pilih Dropbox, masuk melalui OAuth, beri nama (misalnya,
- Pastikan keduanya muncul berdampingan di panel Explorer.
🔍 Panduan yang berguna:
Melakukan transfer dengan tiga cara
RcloneView menawarkan metode yang fleksibel—mulai dari yang kecil, lalu tingkatkan skalanya.
Drag & Drop (manual, ad-hoc)
- Jelajahi Dropbox di satu sisi dan B2 di sisi lain, lalu tarik folder/file ke sisi lainnya untuk pemindahan cepat.
👉 Lihat selengkapnya: Menyalin File dengan Drag and Drop
Compare & Copy (pratinjau perubahan)
- Gunakan Compare untuk melihat item baru/berubah sebelum menyalin; mengurangi kejutan dan pengulangan.
👉 Lihat selengkapnya: Membandingkan dan Mengelola File
Sync & Scheduled Jobs (otomatisasi)
- Cerminkan folder yang dipilih antara Dropbox dan B2 dengan Sync.
- Lakukan dry-run terlebih dahulu, lalu simpan sebagai Job yang bisa digunakan kembali dan tambahkan jadwal (harian/mingguan).
👉 Lihat selengkapnya:
Kesimpulan — Yang perlu diingat
- Dropbox mengutamakan kolaborasi; Backblaze B2 adalah object storage yang hemat biaya.
- Dengan RcloneView, Anda dapat menghubungkan, melihat pratinjau, menyalin, dan menjadwalkan transfer di antara keduanya—tanpa command line.
- Mulailah dengan uji coba kecil, perhatikan batas/kuota penyedia layanan, dan pantau log job untuk jejak audit yang bersih.
FAQ
T. Seberapa besar ukuran satu file di B2 atau Dropbox?
J. B2 mendukung large files hingga 10 TB melalui alur large file; panduan Dropbox adalah hingga 350–375 GB di web dan hingga 2 TB melalui aplikasi desktop. Backblaze
T. Bisakah saya mengotomatiskan transfer berulang?
J. Tentu saja—simpan Sync Anda sebagai Job dan jadwalkan di Job Manager RcloneView untuk operasi tanpa perlu campur tangan manual.
T. Apakah saya perlu menggunakan command line?
J. Tidak. RcloneView menyediakan GUI lengkap di atas backend Backblaze B2 dan Dropbox milik rclone.
Siap menyederhanakan strategi penyimpanan Anda?